BREAKING NEWSPERISTIWA

Tragedi di Laut Lampung: KM Tegar Jaya Tenggelam, Basarnas: Dua Orang Belum Ditemukan

329
×

Tragedi di Laut Lampung: KM Tegar Jaya Tenggelam, Basarnas: Dua Orang Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Lampung, Portal Nasional – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung masih berupaya melakukan pencarian terhadap dua penumpang kapal nelayan KM Tegar Jaya yang tenggelam di area perairan Pulau Tegal Mas, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran pada Rabu 27 Agustus 2025, sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansah mengungkapkan, kronologi insiden tenggelamnya kapal KM Tegar Jaya bermula saat kapal mulai berlayar dari pelabuhan perikanan pantai lempasing menuju ke sekitar Pulau Condong.

“Kemudian saat menuju ke Pulau Tegal Mas, tiba-tiba angin kencang menyebabkan gelombang tinggi yang menghantam buritan kapal. Akibatnya kapal oleng dan tenggelam,” ujar Deden saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/8/2025).

Mendapati laporan adanya kapal tenggelam, Basarnas memulai pencarian terhadap 17 penumpang kapal (POB) KM Tegar Jaya pada Rabu (27/8) sekitar pukul 23.00 WIB dengan dibantu oleh Lanal Lampung, Polairud dan nelayan setempat.

“Namun sampai saat ini (pukul 14.15 WIB,red) pencarian terhadap dua penumpang KM Tegar Jaya masih nihil,” imbuhnya.

Deden menyebut, terdapat 17 penumpang kapal (POB), dan 15 penumpang sudah berhasil di evakuasi.

Dari 15 penumpang itu, 14 penumpang selamat dan 1 penumang meninggal dunia.

Berdasarkan informasi, 14 data penumpang selamat yang telah diterima oleh Tim SAR diantaranya Pitut, Radiman, Muslim, Opan, Ipul, Kamit, Rustom, Ari Gandong, Piki, Nya, Eman, Toni, Dedi, dan Durahman.

Sedangkan satu orang meninggal dunia adalah Alip. Sementara, dua orang penumpang yang masih dalam pencarian adalah Karim dan Kasbani.

“Dua tim SAR mulai melakukan pencarian terhadap korban pada pukul 23.00-02.10 WIB dini hari, karena penerangan kurang efektif, pencarian sempat dihentikan dan dimulai kembali pada pukul 06.00 WIB hingga sekarang,” terangnya.

Ia menambahkan, selain faktor penerangan, faktor cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala yang di alami oleh tim SAR saat melakukan pencarian terhadap korban.

“Hingga saat ini, berdasarkan analisa dan perhitungan SAR kami tetap akan memaksimalkan pencarian, dengan harapan hari ini bisa menemukan dua penumpang tersebut,” tandas Deden. (red)