Pringsewu, Portal Nasional – Seorang warga asal Tanggamus, Lendra, menjadi korban tindakan premanisme yang dilakukan oleh sekelompok debt collector di kawasan Multi Mart, Pringsewu, Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.
Insiden tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Menurut keterangan korban, Lendra, ia sedang menunggu istrinya yang tengah berbelanja bersama anak perempuannya ketika tiba-tiba sebuah mobil yang dikendarai sekelompok debt collector menghampirinya.
Para pelaku mengetuk pintu kaca mobil Lendra dan memintanya keluar dari mobil dengan menunjukkan surat kewajiban finansial.
Namun, Lendra mengaku tidak mengetahui surat yang dimaksud dan merasa kebingungan serta takut.
Kawanan tersebut kemudian memaksa Lendra menyerahkan kendali mobil dan membawanya ke kantor BFI Finance Pringsewu untuk mendapatkan penjelasan. Selain itu, mereka juga mengambil paksa kontak dan kendaraan milik korban.
Usai kejadian, Lendra mencoba melakukan mediasi dengan pihak debt collector namun tidak menemukan titik temu.
Oleh karena itu, ia melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pringsewu dengan nomor laporan STPL: LP/237/VIII/2025/SPKT/POLRES PRINGSEWU/POLDA LAMPUNG.
Menanggapi laporan tersebut, Polres Pringsewu segera mengambil tindakan cepat dan profesional. Kepolisian berhasil memantau keberadaan istri korban yang sebelumnya tertinggal di Multi Mart, dan memastikan keluarganya dalam kondisi aman di rumah.
Lendra menyampaikan apresiasinya terhadap proses penanganan laporan oleh Polres Pringsewu.
“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Pringsewu atas respon cepat dan profesional dalam menangani laporan ini. Saya berharap proses hukum dapat berjalan adil demi perlindungan kami sekeluarga,” ujar Lendra.
Ia berharap Polres Pringsewu dapat menindaklanjuti laporan ini dengan tindakan tegas terhadap kawanan debt collector yang melakukan aksi premanisme tersebut.
“Upaya ini penting untuk menekan praktik-praktik serupa dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Bumi Secancanan,” tutup Lendra. (dod/fjr)