PERISTIWA

Banjir Setinggi Dada Rendam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Jagabaya Bertahan Tanpa Bantuan

26
×

Banjir Setinggi Dada Rendam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Jagabaya Bertahan Tanpa Bantuan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Portal Nasional – Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB mengguyur Kota Bandar Lampung mengakibatkan banjir disejumlah titik lokasi.

Bencana banjir ini manjadi sorotan tajam publik kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk bisa memberikan solusi konkrit penanganan banjir.

Terutama di lokasi langganan banjir tepatnya di Jalan Hanoman, Kampung Betawi RT 006, Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Lokasi tersebut merupakan titik lokasi langganan banjir yang cukup parah ke area pemukiman warga. Ketinggian air dilokasi ini diperkirakan mencapai 1,5 meter hingga 1,7 meter atau mencapai sepundak orang dewasa.

Rumah salah satu warga yang terdampak banjir di RT 006, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung. Foto: Portal Nasional.

Kiki warga setempat mengatakan, bahwa warga sudah berusaha menjaga agar drainase tidak tertutup sampah dari luapan air sungai yang naik kepemukiman ketika hujan deras mengguyur.

“Ya disini langganan banjir, mau gimana lagi pak? saluran air nya sempit dan sampai sekarang tidak ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Mirisnya, lokasi tersebut mayoritas ditempati oleh janda lansia. Bahkan warga harus saling bahu membahu membantu menaikkan perabot rumah tangga dan kendaraan motor dari rumah ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terkena banjir.

“Semua warga disini kena banjir, tapi tetangga sebelah sudah tua tidak ada yang membantu, mau gak mau kita harus gotong royong meskipun rumah kita sendiri kebanjiran,” ucapnya.

Tampak terlihat, barang elektronik, pakaian dan perabotan rumah tangga milik warga yang tak sempat dievakuasi harus rela terendam oleh banjir

Selain itu, ia juga mengaku, tidak ada bantuan ataupun perhatian khusus dari pemerintah setempat dalam penanganan bencana banjir dilokasi tersebut.

“Bantuan gak pernah ada dapat kami pak,” terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah setempat untuk bisa memberikan solusi terbaik dalam penanganan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi warga disini. Bisa memberikan solusi terbaik supaya banjir tidak terjadi lagi di wilayah kami,” harapnya.

Sementara, Camat Way Halim Darwono mengatakan, untuk wilayah Jagabaya I terdapat tiga titik lokasi terdampak banjir, yakni di jalan Narada, Abimanyu dan Tidore. Dari tiga titik lokasi tersebut ada 100 KK yang terdampak.

“Ini (banjir,red) karena meluapnya kali Way Belau. Alhamdulillah tadi dari pihak Balai sudah datang meninjau. Kita tunggu dari balai karena ini meluap, ini tugas balai,” ucapnya.

Saat ditanya keluhan warga titik lokasi yang menjadi langganan banjir dan tidak adanya bantuan pemerintah, Darwono menepis bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan banjir.

“Kita sudah melakukan pembersihan dan nilai gotong royong sudah ada, pihak Balai juga sudah mengecek,” kilahnya. (red)