DAERAH

Atap Sekolah Nyaris Ambruk, 261 Siswa SDN 16 Gedongtataan Pertaruhkan Keselamatan Demi Belajar

17
×

Atap Sekolah Nyaris Ambruk, 261 Siswa SDN 16 Gedongtataan Pertaruhkan Keselamatan Demi Belajar

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, Portal Nasional – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran benar-benar memprihatinkan. Para siswa dan guru dihantui rasa was-was karena atap ruang kelas sekolah yang nyaris roboh, Senin (3/8/2026).

Padahal, ada 261 siswa yang mengenyam pendidikan di SDN 16 Gedongtataan.

Pantauan awak media dilokasi, bangunan sekolah yang terlihat porak poranda. Atap bangunan di kelas 2 dan kelas 3 yang sudah hancur mengancam keselamatan para siswa.

Atap ruang kelas sudah lapuk dan bocor saat hujan juga menganggu saat kegiatan belajar mengajar.

Eka, seorang guru mengatakan saat hujan deras dan angin kencang melanda merasa khawatir dengan keselamatan siswa didiknya.

“Kalau hujan bocor, dan kalau angin besar juga sangat mengkhawatirkan, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan guru maupun siswa disekolah,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan bangunan disekolah itu sudah tidak layak ditangani dengan perbaikan ringan karena sebagian konstruksi kayu penyangga telah mengalami penurunan kualitas.

Tio, salah satu murid di kelas 2 berharap agar sekolahnya yang rusak parah dan nyaris roboh bisa segera diperbaiki supaya ia dan teman-temannya bisa belajar dengan nyaman dan aman.

“Ibu Bupati Pesawaran, tolong perbaiki sekolah kami sudah mau roboh,” ucapnya.

Sementara, Kepala SDN 16 Gedongtataan Siti Amariyah menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik.

Ia menyebut terdapat tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah sehingga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.

“Selain atap yang bocor, kondisi lantai ubin di beberapa ruangan juga mulai rusak,” kata Siti.

Ia juga mengatakan, perbaikan ini tidak memungkinkan apabila hanya mengandalkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi sudah masuk kategori rehabilitasi berat sehingga membutuhkan dukungan anggaran pemerintah.

“Kalau hanya perbaikan kecil mungkin masih bisa. Tapi ini sudah harus direhabilitasi total. Kayu-kayunya sudah lapuk dan menurun daya tahannya,” terangnya.

Siti menambahkan, pihaknya telah beruoaya mengusulkan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan. Harapan kami segera ada tindak lanjut karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan anak-anak dan guru,” imbuhnya.

Siti berharap Pemkab Pesawaran, melalui dinas terkait bisa segera memberikan perhatian terhadap kondisi sekolahnya agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Yang kami minta hanya satu, segera ada perhatian dan perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (red)