Pesawaran, Portal Nasional – Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali menghadiri kegiatan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Rembuk Pemuda Lampung dengan tema “Ruang Pemuda Pesawaran: Pesawaran Berdiskusi, Saatnya Pemuda Peduli” yang berlangsung di Namu In Cafe, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda, khususnya pemuda Kabupaten Pesawaran, untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan langkah strategis dalam mengakselerasi peran pemuda dalam pembangunan daerah dan mewujudkan kemajuan Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Rembuk Pemuda Lampung mengajak berbagai tokoh pemuda lintas sektor di Kabupaten Pesawaran untuk duduk bersama membangun kolaborasi, memperkuat kepedulian terhadap daerah, serta menciptakan gagasan inovatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rembuk Pemuda merupakan gerakan kolaboratif Pemuda Indonesia yang berkomitmen untuk mempercepat pergerakan generasi muda dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Gerakan ini hadir sebagai wadah untuk mendorong diskursus positif di kalangan pemuda, terutama dalam pengembangan kapasitas diri, kepemimpinan, kreativitas, serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda Pesawaran harus mengambil posisi sebagai pelaku utama pembangunan, bukan hanya menjadi penonton dari proses perubahan yang terjadi.
“Anak-anak muda Pesawaran harus menjadi pemain dalam pembangunan Pesawaran, bukan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan yang memiliki gagasan, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peran dalam memajukan daerah,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga mengajak pemuda Pesawaran untuk melihat berbagai potensi daerah sebagai peluang yang dapat dikembangkan. Menurutnya, pemuda tidak hanya harus berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga perlu memiliki semangat kewirausahaan dengan menciptakan inovasi dan lapangan pekerjaan melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Pemuda jangan hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi harus mampu menciptakan peluang. Banyak potensi yang dimiliki Pesawaran, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, hingga berbagai potensi lokal lainnya yang dapat dikembangkan menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemuda,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan seorang pemuda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun keterampilan, tetapi juga harus dibangun melalui karakter yang kuat.
“Untuk menjadi maju, seorang pemuda harus memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab, kejujuran, serta semangat pantang menyerah. Karakter tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelasnya.
Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama pemuda. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan pemuda sebagai mitra strategis dalam merancang dan menjalankan pembangunan ke depan.
“Pemuda Pesawaran harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun Pesawaran. Kritik tentu diperlukan sebagai bentuk kepedulian, tetapi kritik harus disertai dengan masukan dan solusi agar dapat menjadi energi positif bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sebagai narasumber Ketua TP PKK Pesawaran Cindy Aria dengan materi bertajuk “Perempuan, Pemuda, dan Masa Depan Daerah: Duduk Bersama, Bertukar Cerita, Membangun Daerah Bersama.”
Dalam penyampaiannya, Cindy menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Menurutnya, keduanya merupakan kekuatan besar yang mampu membawa perubahan apabila diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
“Pemuda bukan hanya penerima masa depan, tetapi pemilik masa depan daerah. Karena itu, penting bagi kita untuk mendengar cerita, gagasan, dan harapan anak muda dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peran perempuan juga memiliki kontribusi penting dalam pembangunan, karena perubahan besar sering kali dimulai dari lingkungan keluarga. Perempuan memiliki peran dalam membentuk karakter generasi melalui pendidikan nilai, keteladanan, dan kepedulian sosial.
“Ketika kita berbicara tentang perempuan, sebenarnya kita sedang berbicara tentang masa depan keluarga dan generasi berikutnya. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ungkap Cindy.
Kepada para pemuda, Cindy berpesan agar tidak takut memiliki mimpi besar dan tidak merasa terbatas hanya karena berasal dari daerah. Ia mendorong pemuda untuk terus belajar, berinovasi, dan membawa kembali pengalaman yang diperoleh untuk membangun daerah.
“Membangun daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat. Ketika pemuda menciptakan usaha, membuat kegiatan sosial, membangun komunitas, menghasilkan karya positif, atau memperkenalkan daerah melalui kreativitasnya, itu semua merupakan bentuk pembangunan,” tuturnya.
Ia juga mengajak pemuda dan perempuan untuk saling mendukung dan berjalan bersama dalam menciptakan perubahan.
“Daerah ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua. Karena itu, mari saling menguatkan. Perempuan berdaya, pemuda bergerak, keluarga kuat, dan daerah maju dapat dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.
Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan generasi muda untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pesawaran yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing. (red)





