Bandar Lampung, Portal Nasional –Sekretariat Bersama (Sekber) organisasi media siber di Provinsi Lampung terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni peluncuran portal pengaduan “Lapor Sekber” sebagai sarana masyarakat menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Ketua Harian SMSI Lampung, Fajar Arifin, dalam sarasehan bertema “Lampung Mau Dibawa ke Mana” yang digelar Sekber SMSI, JMSI, dan AMSI di Hotel Radisson, Bandarlampung, Senin (11/5/2026).
Sarasehan yang dimoderatori Fajar Arifin tersebut merupakan tindak lanjut deklarasi Sekber yang sebelumnya dilaksanakan pada 1 Mei 2026 di Sekretariat Bersama Jalan Sultan Agung Nomor 40, Bandarlampung.
Fajar menjelaskan, portal “Lapor Sekber” saat ini masih dalam tahap finalisasi. Nantinya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk melaporkan berbagai dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari indikasi keracunan makanan hingga praktik-praktik ilegal lainnya.
“Sekber tengah memfinalisasi portal pengaduan bernama Lapor Sekber sebagai wadah masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait hal apa pun, termasuk soal MBG,” ujarnya.
Selain melalui portal daring, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan hotline 24 jam di nomor 0811-7900-1001.
Fajar menegaskan, Sekber berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas pelapor guna memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara.
“Kami berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Ini penting agar masyarakat merasa aman dalam ikut mengawasi program pemerintah supaya berjalan jujur dan tepat sasaran,” kata Fajar.
Sarasehan tersebut menghadirkan sejumlah keynote speaker, di antaranya Asisten Intelijen Kodam XXI/Radin Inten Kolonel Inf Erwin Agung T. Wiyono, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung Saipul, serta Kasubbid Penmas Polda Lampung Kompol Andri Yulianto.
Dalam pemaparannya, Saipul menyebut Lampung menjadi daerah dengan capaian pembentukan dapur MBG tertinggi secara nasional. Saat ini terdapat lebih dari 1.150 dapur MBG yang telah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 2,3 juta orang.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil percepatan pelaksanaan sejak awal 2025 atas arahan Gubernur Lampung. Meski demikian, ia mengakui masih ditemukan sejumlah persoalan di lapangan, terutama terkait distribusi makanan yang tidak sesuai standar operasional prosedur.
“Beberapa kasus keracunan dipicu keterlambatan distribusi makanan maupun proses pengolahan yang tidak memenuhi ketentuan,” jelasnya.
Sementara itu, Asintel Kodam XXI/Radin Inten Kolonel Inf Erwin Agung T. Wiyono mengatakan TNI turut mendukung sejumlah program prioritas nasional, di antaranya pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program MBG, serta pembangunan jembatan di daerah.
Ia menyebut Lampung menjadi salah satu daerah dengan progres pembentukan Koperasi Desa Merah Putih tercepat di luar Pulau Jawa. Selain itu, TNI juga mendapat target pembangunan 30 jembatan perintis guna memperkuat konektivitas wilayah.
Dari unsur kepolisian, Polda Lampung menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan demi mendukung pembangunan daerah.
Kasubbid PID Bidang Humas Polda Lampung Kompol Andri Yulianto mengatakan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi hanya dapat berjalan optimal apabila kondisi keamanan tetap terjaga kondusif.
Sarasehan turut dihadiri puluhan peserta lintas sektoral, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi profesi, akademisi, hingga aktivis.
Suasana forum berlangsung hangat dengan koordinasi intensif antara Ketua SMSI Lampung Donny Irawan, Ketua JMSI Lampung A. Novriwan, dan Ketua AMSI Lampung Hendri ST.
Ketua DPD AWPI Lampung Barusman mengapresiasi pelaksanaan sarasehan yang digelar koalisi tiga organisasi pemilik media di Lampung tersebut.
“Semoga gebrakan demi gebrakan akan dilakukan Sekber ini. Tidak lain dan tidak bukan untuk Lampung yang lebih baik,” pungkasnya. (tim/pn)
