Sidoarjo, Portal Nasional – Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H.,M.Kn meninjau langsung kondisi para korban yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah rumah sakit, Selasa malam (1/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut Bupati Subandi didampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si dan Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.41 WIB, sebanyak 324 orang masih menjalani perawatan di 7 rumah sakit dan klinik. Rinciannya RSUD Sidoarjo 203 orang, RS Siti Hajar 57 orang, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan 21 orang, RS Delta Surya 14 orang, RS Pusura 13 orang, RSB Porong 8 orang, dan Klinik Azka 8 orang.
Dari hasil pendataan, sejumlah santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin turut mengalami gangguan kesehatan seperti mual, muntah, dan diare setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri tersebut saat ini telah dirujuk dan mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Bupati Subandi memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis maksimal.
“Tidak ada korban meninggal dunia. Kami fokus pada pemulihan dan memastikan semua korban mendapatkan perawatan terbaik. Tim dari Dinkes dan BPOM juga sudah turun untuk mengambil sampel makanan dan mengusut penyebabnya,” tegas Bupati Subandi.
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menyatakan pihaknya telah mengamankan dapur SPPG yang menyalurkan MBG tersebut. Proses penyelidikan dan uji laboratorium tengah dilakukan untuk menentukan penyebab pasti keracunan.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi menambahkan, pihaknya bersama Forkopimda bersinergi untuk membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan bagi keluarga korban, termasuk keluarga santri.
Pemkab Sidoarjo mengimbau masyarakat, termasuk pengasuh pondok pesantren, untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada santri atau warga yang mengalami gejala mual, muntah, diare setelah mengkonsumsi MBG. Pengaduan juga dapat disampaikan ke call center Dinkes Sidoarjo.
Hingga saat ini investigasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan Pemkab, Dinkes, BPOM, dan Kepolisian. (ymh)



