Lampung, Portal Nasional – Kelompok 100 Kuliah Kerja Lapangan–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati melaksanakan program pendampingan bagi UMKM Tempe Lek Man di Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Jumat (24/7/2026).

Program tersebut bertujuan meningkatkan daya saing usaha melalui digitalisasi pemasaran sekaligus mendorong pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan yang diikuti 21 mahasiswa itu dipimpin Koordinator Desa (Kordes) Awalul Fawaidh bersama Wakil Ketua Wahyu. Pendampingan dilakukan setelah tim melakukan observasi dan wawancara dengan pemilik UMKM untuk mengidentifikasi sejumlah kendala yang dihadapi.
Hasil identifikasi menunjukkan pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional sehingga jangkauan konsumen terbatas. Selain itu, limbah organik dari proses produksi tempe belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Sebagai solusi, mahasiswa membantu pelaku usaha membuat profil lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun calon pelanggan.
Tim juga memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran digital, termasuk teknik pembuatan konten promosi, pengenalan produk, serta komunikasi dengan konsumen melalui platform digital.
Selain mendukung aspek pemasaran, Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati memperkenalkan pemanfaatan biopori sebagai media pengolahan limbah organik hasil produksi tempe.
Melalui metode tersebut, limbah organik dapat terurai secara alami sehingga lebih bermanfaat bagi lingkungan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas tanah.
Pelaksanaan program turut melibatkan Komunitas Petani RW 03 Margorejo sebagai mitra dalam pengelolaan limbah organik. Kolaborasi ini bertujuan mengurangi pembuangan limbah langsung ke lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah produksi secara lebih berkelanjutan.
Berdasarkan estimasi tim pelaksana, penerapan biopori berpotensi mengurangi hingga hampir 90 persen limbah organik yang sebelumnya belum termanfaatkan.
Koordinator Desa Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati, Awalul Fawaidh, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.
“Kami berharap pendampingan ini tidak hanya membantu UMKM memperluas pasar melalui digitalisasi, tetapi juga membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat, termasuk Komunitas Petani RW 03 Margorejo, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan pengelolaan limbah organik yang lebih bermanfaat,” ujar Awalul.
Melalui program tersebut, Kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati berharap UMKM Tempe Lek Man mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.
Di sisi lain, penerapan pengelolaan limbah organik berbasis biopori diharapkan menjadi contoh praktik ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM lainnya.
Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui integrasi inovasi digital, pemberdayaan UMKM, dan kolaborasi dengan masyarakat dalam mendukung pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan.
Diketahui, susunan kelompok 100 KKL-PPM Universitas Malahayati Mragorejo, Metro Selatan diantaranta:
– Koordinator Desa (Kordes)/Ketua: Awalul Fawaidh
– Wakil Ketua: Wahyu
– Sekretaris 1: Selvia
– Sekretaris 2: Intan
– Bendahara 1: Nisa
– Bendahara 2: Marissa Hani
– Koordinator Acara 1: Syahrudin
– Koordinator Acara 2: Albert
– Koordinator Humas: Alfin
– Divisi Humas: Berta, Aulia
– Koordinator Logistik: Reyhan
– Divisi Logistik: Heni, Dela Melinda
– Konsumsi: Balques, Sinta
– Divisi Acara: Zalfa, Ridho
– Divisi PDD: Rindu, Nazel, Alia
(***)





